Monday, February 18, 2008

Ribut Neraka

Aku berlari-lari
menuju keributan
ditengah-tengah pekik lolong
orang-orang yang ratus juta banyaknya
di dalam api hitam yang membakar hangus
jiwa-jiwa yang dibelenggu hawa nafsu dan serakah

aku berlari-lari
menuju ribut kalut
yang berhabuk berasap
yang debunya maha panas
bisa merobek dan meluluh
jiwa-jiwa yang dibelenggu hawa nafsu dan serakah

aku berlari-lari
berasak-asak dan bertolak-tolak
bersama orang-orang yang ratus juta banyaknya
di dalam pusaran lahar yang menggelegak-gelegak
memakan habis daging dan tulang temulang berceracak
jiwa-jiwa yang dibelenggu hawa nafsu dan serakah kehendak

aku berlari-lari
menuju pintu yang dijaga Malik
sedang orang-orang yang ratus juta banyak
tenggelam di dalam api yang membakar marak
api besar yang menjilat setinggi langit ketujuh dunia
yang membakar mereka dan aku sekejap nanti
yang punya jiwa-jiwa yang dibelenggu nafsu dan serakah

ya, aku sedang berlari menuju ke sana.

2 comments:

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Yusuf Nur said...

Salam puisi...gembira bertemu pemuisi di sini..
dari aku..ucup..

http://yusufnur.blogspot.com